Kosgoro 1957 Maluku Tekankan Stabilitas Pembangunan di Tengah Ketidakpastian Global

oleh -15 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Ketua DPD Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, Ely Toisutta, menegaskan pentingnya peran organisasi dalam merespons dinamika perubahan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, politik, sosial, hingga teknologi.

Dalam sambutannya pada sebuah kegiatan organisasi di Ambon, Ely mengatakan bahwa setiap perubahan harus disikapi secara bijaksana dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar organisasi.

Menurut dia, tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yakni “Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian”, memiliki makna strategis. Tema ini menegaskan bahwa stabilitas merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

“Stabilitas menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Ely.

Ia menambahkan, Kosgoro 1957 harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan.

Ely juga mengajak seluruh kader untuk menjaga solidaritas organisasi dan meningkatkan kapasitas diri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain itu, momentum kegiatan ini dinilai penting untuk memperkuat arah dan langkah strategis organisasi ke depan, dengan menghadirkan kepemimpinan yang kuat, gagasan konstruktif, serta program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ely menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta para tamu undangan, termasuk jajaran pengurus pusat yang hadir di Provinsi Maluku.

Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, Alan Lapalelo, menyoroti dampak kenaikan harga minyak terhadap berbagai sektor, termasuk dunia usaha.

Alan mengatakan, lonjakan harga minyak turut memengaruhi kondisi ekonomi secara global hingga ke daerah, termasuk di Maluku. Meski demikian, ia menegaskan situasi tersebut tidak menyurutkan semangat kader Kosgoro.

“Kenaikan harga minyak tentu berdampak pada seluruh sektor, apalagi sebagian besar pengurus Kosgoro berasal dari kalangan dunia usaha. Ini ikut memengaruhi kondisi di Maluku, namun tidak membuat kader mundur,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan pelaksanaan Musda II Kosgoro 1957.

Alan berharap, melalui forum Musda ini akan lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Lewat Musda ini, kita berharap lahir pemimpin yang mampu membawa Kosgoro semakin berkembang,” ujarnya.(ST01)