Selera Isun Siapkan Menu Makan Gratis Setiap Jumat Jam 12:00 – 13:00 WIB

0
270

SUARATIMURNEWS.COM (BANYUWANGI) – Keputusan Nurlisa, warga Desa dan Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, memutuskan pensiun dini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan langkah berani dan tepat saat ibu empat orang anak ini beralih merintis usaha kuliner.
Selain berdarah minang, perempuan kelahiran Surabaya 52 tahun silam itu juga memiliki hoby memasak.
‘’Jadi klop sekali sebagai perempuan minang karena ibu saya dari Padang, saya juga berkesempatan bisa memberi makan orang sambil mendapat uang,’’ ungkap Nurlisa, pemilik warung Selera Isun Glagah.
Hal inilah yang memotivasi istri Ibrahim Made Suhariyanta, melakukan inovasi dalam mengelola warungnya di jalan strategis menuju Kawah Ijen itu.
‘’Setiap hari Jum’at selama tidak ada kegiatan di warungnya, saya menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin makan secara gratis. Menunyapun berganti-ganti, namun masih menyajikan menu yang ada, seperti tahu rica-rica, ayam goreng, sate ikan, uya asem, dan sebagainya,’’ paparnya di sela-sela acara makan gratis setiap hari Jum’at, Jum’at (03/08/2018).
Menurut Polwan yang terakhir kali bertugas di Polres Pati, Jawa Tengah itu, warung Selera Isun setiap hari Jum’at menyiapkan menu makanan gratis bagi siapapun yang datang ke warung ini selesai Sholat Jum’at, antara pukul 12:00 WIB – 13:00 WIB.
Warung Selera Isun berdiri awal Januari 2018. Namun sebelumnya, Nurlisa, sudah memiliki usaha kuliner Ikan Bakar Ijen (IBI). Namun seiring perkembangan kepariwisataan Banyuwangi, khususnya kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen, Nurlisa, melakukan perombak total bisnis kuliner menjadi kuliner yang lebih menonjolkan menu vegetarian dan menu kuliner Banyuwangi.
Kendati demikian, Selera Isun tetap tidak meninggalkan menu seafood, chinese food, beragam olahan ayam potong dan kampung.
Beberapa menu makanan andalan Selera Isun adalah Mie Capjae dan Tahu Rica-rica. Sedang untuk camilannya adalah berbagai olahan ketan, seperti ketan nangka, durian, kacang, kirip, dan ketan jagung.
Meski terbilang masih seusia jagung, tetapi usaha kuliner milik Nurlisa sudah mendapat tempat di kalangan penikmat kuliner dari dalam negeri maupun luar negeri.
‘’Usaha kuliner ini menjadi hiburan saya masa tua. Apalagi di Banyuwangi saya sendirian. Keempat anaknya berada di luar kota. Satu di Bogor, dan satu lagi di Amerika Serikat. Sedang lainnya tinggal sama bapaknya di Bali,’’ pungkasnya. (wan)

LEAVE A REPLY