Seleksi Jabatan OPD Pemkab Jember Memasuki Tahapan Wawancara

0
26

SUARATIMURNEWS (JEMBER) – Proses open bidding seleksi jabatan di 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember, sudah memasuki tahap ke empat sejak dimulainya pada September lalu, dari 53 pendaftar sampai tahap ke empat ini tinggal menyisakan 21 pejabat yang berhasil lolos untuk selanjutnya dilakukan test wawancara yang akan dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati sebelum diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Tahapan untuk menuju pemilihan pejabat yang akan menempati 7 OPD di Jember, harus melalui 4 tahap, yakni seleksi administrasi, seleksi substansi, seleksi kompetensi manajerial dan seleksi bidang sosiokultural, setelah tahapan ini, baru tahapan akhir adalah wawancara,” ujar Tauchid Djatmiko SH. M.Si Ketua Pansel Regional II BKN Surabaya.

Dari sejumlah pelamar, lanjutnya, setelah melalui tahapan seleksi itu terpilih tiga peringkat tertinggi penilaian dan memenuhi standar. Tiga bakal calon di tiap OPD itu yang diajukan ke bupati untuk dipilih satu orang untuk jabatan tersebut. “Setelah mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” terangnya.

Ketujuh OPD itu yakni PU Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Infokom, Dispora, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Setiap jabatan yang akan diisi, dari tujuh jabatan itu, masing-masing tiga pilihan dari peringkat terbaik,” tegasnya

Sementara Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengatakan, jika dari syarat kompetensi dan administratif sudah dipilih oleh pansel, maka tiga yang diajukan itu adalah yang terbaik.

Dari sisi bupati sendiri, kriteria pemilihannya yakni setia. “Setia untuk menjadi kepanjangan tangan, menjalankan visi dan misi, program-program dari bupati dan wabup,” terangnya.

Kriteria lainnya yaitu tegak lurus. “Jika tidak tegak lurus, tidak akan bisa kerjasama dengan bupati dan wabup,” ucapnya.

Dalam seleksi terbuka oleh pansel, bupati mengaku tidak untuk melakukan intervensi. Sikap ini diambil karena ingin maju bersama dengan langkah-langkah profesional.

Menurut bupati, tim pansel selama ini telah bekerja secara profesional. “Dipilih tujuh, dan akan dikirimkan ke KASN untuk mendapatkan rekomendasi agar dapat dilantik,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here