Program dan Kebijakan Bupati Mampu Antarkan Jember Raih Best City

0
44

SUARATIMURNEWS (JEMBER) – Kebijakan dan program Bupati Jember dr. Faida, MMR mengantarkan Kabupaten Jember meraih penghargaan Best City kategori Smart Branding pada Gerakan Menuju 100 Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Plt. Kepala Dinas Komukasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan, kebijakan dan program itu terkait dengan kepedulian terhadap produk lokal dan tenaga kerja lokal.

“Kebijakan Ibu Bupati dan kerjasama seluruh stakeholder dalam mewujudkan Jember yang peduli produk dan tenaga kerja lokal membuat nama Jember dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia,” tuturnya.

Kebijakan tersebut, lanjutnya,  telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jember, yakni Perda nomor 9 tahun 2016 tentang Perlindungan Pasar Rakyat dan Penataan Pusat Perbelanjaan serta Toko Swalayan dan Perda nomor 2 tahun 2018 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.

Perda nomor 9 tahun 2016 mengatur setiap pusat perbelanjaan atau swalayan wajib mengakomodir produk lokal minimal 20 persen dari barang yang dijual.

Sementara itu, Perda nomor 2 tahun 2018 mengatur setiap pemberi kerja wajib mengutamakan tenaga kerja lokal dengan menyesuaikan kompetensinya. Implementasinya, setiap investor yang masuk ke Kabupaten Jember wajib untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, perempuan, dan difabel.

Kebijakan ini memberikan dampak pada penurunan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Jember. Menurut data BPS Kabupaten Jember, pada tahun 2017 tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,16 persen dan turun pada tahun 2018 menjadi 4,09 persen.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI Samuel Abrijani Pangerapan kepada Plt. Kepala Dinas Kominfo Gatot Triyono di Balai Sudirman Jakarta, Rabu 06 November 2019 pada acara Evaluation and Exhibition Gerakan Menuju 100 Smart City.

Gatot Triyono mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak atas kerjasamanya selama ini, hingga membuahkan penghargaan Best City Kategori Smart Branding.

Seperti diketahui, Kabupaten Jember telah menjadi bagian dari Gerakan Menuju 100 Smart City sejak 2018 lalu. Program yang diselenggarakan Kementerian Kominfo ini bertujuan untuk mewujudkan kota cerdas di seluruh Indonesia.

Gatot Triyono menambahkan, dalam program Smart City ini, beberapa perbaikan kualitas layanan publik telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya di kategori Smart Living yang fokus pada bidang kesehatan.

Dengan program Jember Safety Center sistem emergency, program Fokus kepada Anak dan Ibu, program satu desa satu ambulans telah memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.

Pada evaluasi Gerakan Menuju 100 Smart City ini juga diselenggarakan Expo Smart City. Kabupaten Jember membuka booth yang didesain dengan tema 4C yaitu Coffee, Chocolate, Cigar, dan Culture untuk memasarkan produk lokal Kabupaten Jember.

Booth Kabupaten Jember dipenuhi dengan berbagai produk lokal seperti kopi khas Jember, coklat olahan, batik khas Jember. Booth Kabupaten Jember menghadirkan seorang barista yang cekatan meracik kopi khas Jember.

Tak pelak, booth Kabupaten Jember dibanjiri pengunjung yang antusias mencicipi kopi khas Jember. Para pengunjung expo banyak bertanya tentang produk-produk khas Jember dan mereka berminat untuk datang ke Jember, terutama pada event Jember Fashion Carnaval tahun mendatang. (*)

LEAVE A REPLY