Melawan!!!, Polisi Hadiahi Timah Panas Kaki Kanan Agus Welek

0
256

 

foto: Agus Siswanto terpaksa ditembak kakinya

SUARATIMURNEWS.COM (BANYUWANGI) – Polisi bener-bener bertindak tegas terhadap Agus Siswanto 46 tahun/ oknum wartawan dan LSM yang diduga sebagai pelaku tunggal percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Selasa (31/07/2018) lalu.

Tersangka yang sempat menyebut-nyebut nama Gus Makki, pimpinan sebuah pondok pesantren yang juga Ketua PCNU Banyuwangi itu, Rabu (01/08/2018), terpaksa dihadiahi timah panas di kaki sebelah kanannya karena berusaha kabur dan melawan petugas saat dikeler untuk menunjukkan sejumlah barang bukti tindakan sadisnya tersebut.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., kepada wartawan, di Mapolres Banyuwangi, Kamis (02/08/2018), membenarkan bila pihaknya terpaksa menembak Agus Weleg karena berusaha kabur dan melawan.

“Benar petugas telah menembak kaki kanannya karena berusaha lari dan melawan saat diminta menunjukkan barang bukti,’’ jelas AKBP Donny.

Selain itu, AKBP Donny juga menegaskan bila Agus Welek ditetapkan sebagai pelaku tunggal dalam kasus percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban.

Sedang barang bukti yang berhasil disita petugas, antara lain, beberapa kantong plastik warna hitam (kresek) yang diikat menjadi tali, sebuah pakaian korban warna hitam, uang tunai sebesar 60 juta, tas warna hitam, dan HP Samsung warna putih.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 Jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman 20 tahun penjara Sub Pasal 365 ayat (2) 4E KUHP dengan ancamn hukuman 12 tahun penjara.

Sementara terkait penyebutan nama Gus Makki, AKBP Donny, membenarkan penyebutan nama tersebut, namun setelah didalami ternyata tidak ada kaitannya dengan perkara upaya percobaan pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, nyawa Lurah Penataban, Kecamatan Giri hampir melayang akibat percobaan pembunuhan.

Kasus ini terbongkar saat Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami kedapatan mengapung di sungai di Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo. Wilujeng ditemukan warga dengan tangan dan kakinya dalam keadaan terikat tali plastik.

Awalnya, pada hari Selasa (31/07) sekitar jam 12.00 Wib, korban di jemput oleh tersangka di kantor Kelurahan Penataban dengan menggunakan mobil Hyundai warna putih.

Kemudian tersangka membawa korban meluncur ke arah selatan, tapi tidak langsung menuju ke Ponpes Blokagung, melainkan di ajak keliling sampai ke Gunung Gumitir, lalu balik lagi menuju wilayah Kecamatan Genteng.

Selanjutnya, mereka jalan lagi menyusuri jalan sampai di Kecamatan Tegaldlimo, dalam perjalanan menuju Ponpes Blokagung saat melewati sungai Desa Kebondalem, korban mulai di ancam dan di pukul pakai palu dan pistol mainan, setelah itu tangan dan kaki korban di ikat lalu di lempar ke sungai.(wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here