Lapas II B Banyuwangi Gelar Pemilihan Top Model WBP

0
287

foto: Seorang warga binaaan lenggak lenggok di catwalk

SUARATIMURNEWS.COM (BANYUWANGI) -Ajang pemilihan Top Model ternyata tidak hanya menjadi monopoli kalangan model atau mereka yang menemui dunia catwalk. Seperti ditunjukkan para tahanan dan narapidana penghuni Lapas II B Banyuwangi, ketika mengikuti pemilihan model untuk menjadi duta lembaga pemasyarakatan tersebut, Sabtu ( 20/10/2018).

Berbeda dengan suasana pemilihan top model pada umumnya yang identik dengan suasana glamor dengan pakaian yang bagus dan super mahal.

Namun kondisi itu tidak terlihat  pada ajang top model yang diselenggarakan Lapas Banyuwangi.

Pemilihan top model Lapas ini dilaksanakan di Aula Lapas yang disulap sedemikian rupa menjadi catwalk model. Meski dilaksanakan ditempat seadanya namun para warga binaan yang mengikuti ajang ini sangat antusias.

Dengan penuh percaya diri warga binaan melenggak lenggok diatas catwalk. Beberapa peserta sempat salah langkah dan terlihat canggung saat berada dipentas. Maklum mereka bukan model profesional.

Meski pesertanya bukan dari kalangan profesional. Namun Lapas Banyuwangi menggandeng juri profesional dari Sekolah Model Kadek Modelling School. Sehingga para peserta juga mendapatkan ilmu modelling. Karena sebelum pergelaran peserta juga diberi pembekalan.

“Secara umum mereka sudah tampil dengan baik, mereka patut mendapatkan apresiasi,” kata Ricco Antar Budaya, salah satu juri.

Menurut Ricco, ajang ini akan membantu menumbuhkan kepercayaan diri warga binaan. Sebab untuk tampil di catwalk butuh kepercayaan diri. Sebab mereka tampil dihadapan orang banyak. Sehingga saat mereka keluar nanti bisa langsung berbaur dengan masyarakat luas. Mereka juga bisa membawa nilai-nilai positif yang didapatkan di dalam Lapas saat mereka benas nanti.

Sementara itu Kepala Lapas Banyuwangi, Ketut Akbar Hery Achyar mengatakan pemilihan top model Lapas Banyuwangi ini bagian dari hari Dharma Karya Dhika tahun 2018.

Adapun tujuannya untuk memberikan pembinaan bagi warga binaan khususnya mereka yang punya bakat merias dan modelling.

“Ini juga untuk pembelajaran attitude, sikap, cara berkomunikasi para warga binaan. Semua hal yang positif akan kita tampung,” tegasnya.

Sedang Oki Dias Larasati, salah satu warga binaan yang mengikuti pemilihan Top model mengaku senang dengan kegiatan itu. Napi kasus narkoba ini mengaku tampil dengan menggunakan pakaian koleksi pribadi. Meski sempat nervous, dia akhirnya bisa tampil maksimal.

“Ini untuk mengasah kemampuan di bidang modelling, kebetulan saya pernah ikut modelling,” katanya. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here