Kejaksaan Negeri Banyuwangi akan Usut Korupsi LCT Sritanjung

0
131

Foto: Kapal LCT Sritanjung yang mangkrak

 

SUARATIMURNEWS.COM (BANYUWANGI) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi bakal mengusut tuntas dugaan korupsi pengelolaan kapal LCT Sritanjung 1 dan Sritanjung 2, oleh PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS). Kedua kapal itu pengusutannya  sempat berhenti dalam waktu belakangan ini.

Dugaan korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut awalnya dilaporkan oleh Suroso, Ketua LSM Forum 5 Maret “FORMAT” pada tiga tahun silam, tepatnya 14 Juni 2016 lalu. Namun, tanpa sebab pasti, kasus tersebut terkesan dipeti eskan seiring dengan teronggoknya bangkai kapal LCT Sritanjung di pinggiran pantai pelabuhan ketapang.

Pengusutan kembali kasus korupsi tersebut disampaikan langsung Kasi Intelinjen Bagus  Nur Jakfar Adi Saputro, kepada Suroso pentolan LSM Forum 5 Maret ketika melakukan pertemuan di kantornya, Rabu (22/5).

Beberapa barang bukti, sudah diserahkan ke Kejaksaan diantaranya RUPS lengkap beserta laporan keuangan. Adapun sebagai terlapor yakni, Direktur PT. PBS. Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak lain juga akan ikut terseret.

“Jadi kejaksaan harus bergerak cepat merespon laporan ini, Apalagi laporan ini disertai dengan alat bukti yang valid seperti adanya tunggakan. Maka tidak ada lagi alasan bagi kami untuk mempetieskan,” kata Bagus

Laporan tersebut rencananya akan berlanjut pada Rabu (29/5) besok. Nantinya akan ada ekspose dengan para jaksa dan pihak pelapor, yang bertujuan untuk memperdalam dengan mencari adanya bukti permulaan yang cukup untuk menindaklanjuti terkait point pidananya.

Langkah Kejaksaan Negeri Banyuwangi tersebut, sontak langsung mendapatkan apresiasi dari beberapa LSM di Banyuwangi, seperti LSM FORMAT dan LSM GEBRAK yang intens menyoroti kasus dugaan korupsi tersebut.

“Pelaporan saya sempat dipetieskan selama tiga tahun. Jelas ini menjadi pertanyaan besar, ada apa gerangan? Makanya saya mengapresiasi kinerja Kejaksaan yang akan kembali menindaklanjuti laporan saya.  Khususnya Kasi Intel Bagus Nur Jakfar Adi Saputro yang baru dua bulan ini menjabat,” kata Suroso usai melakukan pertemuan, Rabu (22/5).

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Helmi Rosyadi, Ketua LSM Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi “GEBRAK”.  Dukungan dan harapannya ia kalungkan kepada Kejaksaan Negeri Banyuwangi yang diwakili Kasi Intelijen Bagus, supaya dapat mengusut tuntas dugaan kasus korupsi tersebut.

“Kami meminta Kejaksaan Agung memonitoring jalannya kasus ini, agar tidak terkesan mandeg atau jalan ditempat, Untuk itulah kami buat petisi ini agar dibaca dan menjadi bahan pertimbangan Bapak Jaksa Agung RI H.M Prasetyo,” terang Helmi yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin. (guh)

LEAVE A REPLY