Festival Muharram 2019 Resmi Dibuka

0
81
Bupati KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmad saat membuka Festival Muharram 2019

suaratimurnews.com – Festival Muharram tahun 2019 yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dibuka langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati  Irwan Bachtiar Rahmat, bersama Forkopimda, Sabtu (31/8/2019) malam.

Festival Muharram Bondowoso yang digelar di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo tersebut merupakan wadah bagi semua element masyarakat untuk mencari hiburan dan memamerkan potensi unggulan Bondowoso.

Selain itu, ajang tahunan ini juga sebagai ajang promosi berbagai potensi unggulan Bondowoso. Mulai potensi ekonomi kreatif, pariwisata, agrobisnis, industri dan perdagangan, UMKM, hingga pelayanan masyarakat.

“Dengan begitu, saya berharap bisa terwujud perekonomian masyarakat Bondowoso yang mandiri, inovatif dan berdaya saing,” kata Bupati Bondowoso, saat menyampaikan sambutannya.

Pameran potensi ini menjadi media dan fasilitas pemasaran produk unggulan Bondowoso. Kegiatan ini menjadi wahana promosi dan apresiasi guna memberdayakan masyarakat dan membawa dampak peningkatan perekonomian masyarakat.

“Festival Muharram ini juga menjadi upaya untuk mendatangkan peluang usaha dan investasi serta menyediakan sarana promosi untuk meningkatkan transaksi kepada semua pengusaha,” pungkasnya.

Usai membuka Festival Muharram, bupati bersama rombongan kemudian mengunjungi dan meninjau 120 stand expo. Disana, bupati, wakil bupati, sekda dan forkopimda terlihat memborong aneka produk unggulan dari UMKM di Kabupaten Bondowoso.

Festival Muharram ke-12/2019 yang berlangsung lebih dua pekan, ini menampilkan beragam kegiatan. Diantaranya, lomba hadrah, festival lampion, Bondowoso muslem fashion festival, dan lomba foto destinasi Bondowoso.

Selain itu, pameran di Alun-alun RBA Ki Ronggo yang diikuti berbgai kelompok usaha. Diantaranya, 60 pelaku UMKM, 10 lembaga layanan publik, 6 BUMD/BUMN, 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri dan Pendidikan; 10 lembaga keuangan dan perbankan, serta 17 pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif.

LEAVE A REPLY