Dievakuasi Kapolres ke Rumah Sakit, Mbah Sumirah : Saya Gak Kerasan di Rumah Sakit, Takut Beras di Rumah Hilang

0
55

SUARATIMURNEWS (JEMBER) – Mbah Sumirah (65) warga Dusun Tegal Paron Desa Selodakon Tanggul Jember, yang puluhan tahun bertahan hidup dengan berjualan sapu lidi dan belas kasih dari Tetangga, akhirnya mendapat bantuan dari Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal SH. SIK. MH.

Dengan didampingi Kapolsek Tanggul dan beberapa relawan serta tenaga medis, Kapolres memberikan tali asih Sembako dan beberapa kebutuhan rumah tangga, tidak hanya itu, Mbah Sumirah yang kedua kaki dan tangannya tidak memiliki jari karena diduga pernah terkena penyakit Kusta ini juga dievakuasi oleh Kapolres Jember ke RS. Dr. Soebandi Jember.

Namun saat di rumah sakit, Mbah Sumirah justru mengatakan hal yang tidak diduga, ia tidak merasa tidak kerasan di rumah sakit, bukan karena apa, tapi takut beras bantuan dari Kapolres yang ditinggal dirumahnya hilang.

“Saya gak kerasan pak, kalau saya lama disini, nanti beras saya bisa hilang, soalnya gak ada yang jaga,” ujar Mbah Sumirah.

Sementara Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal, kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya merasa terpanggil, setelah membaca beberapa berita yang menceritakan kehidupan mbah Sumirah sehari-hari.

“Ini panggilan hati ya, apalagi nenek Sumirah selama ini tinggal sebatang kara, dan tidak ada saudara yang mendampinginya, oleh karenanya saya tergerak dan mengajak jajaran saya seperti Kapolsek untuk membantu nenek Sumirah, mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban hidup nenek Sumirah,” ujar Kapolres.

Dari pantauan media ini, untuk mengevakuasi Mbah Sumirah dari rumahnya menuju mobil ambulan yang dibawa oleh Kapolres, beberapa petugas harus menandu dengan jalan kaki, hal ini dikarenakan jalan menuju rumah Mbah Sumirah merupakan jalan setapak dengan medan yang cukup sulit, karena naik turun menyusuri sungai. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here