Diduga Pungli, Warga Laporkan Oknum Perangkat Desa Darungan ke Polisi

0
1008

SUARATIMURNEWS (JEMBER) – Pasca diadakannya sidang isbat nikah secara massal di Kantor Kecamatan Tanggul, dikabarkan adanya tindak pungutan liar atau pungli terhadap pasangan suami isteri yang ingin mendapatkan surat nikah.

Pungli tersebut diduga melibatkan oknum perangkat Desa Darungan Kecamatan Tanggul. Diketahui sidang isbat salah satu rogram Bupati Jember yang dalam pelaksanaanya tidak dipungut biaya atau gratis. Namun tidak bagi warga Dusun Gondang desa setempat, warga diharuskan membayar sejumlah uang untuk mengikuti sidang isbat nikah massal itu.

“Saya bayar Rp 150.000 ke Pak Modin (seorang yang mengurus kegiatan nikah), katanya buat bayar di suruh perangkat desa,” terang salah satu warga Seger (55) saat dikonfirmasi, Senin, (31/12/2018)

Menurut Seger dirinya tidak mengetahui program dari Bupati Jember itu gratis, karena baginya dengan adanya program tersebut sudah sangat membantu karena telah puluhan tahun dirinya dan isteri tidak memiliki surat nikah.

“Maklum mas, saya hidup di atas gunung kurang informasi. Kalau ternyata gratis, tentu saya kecewa mas karena uang sejumlah itu besar bagi saya,” terangnya.

Ditempat terpisah Pak Modin bernama Halil saat dikonfirmasi membenarkan perihal penarikan uang tersebut kepada calon pasangan yang akan mengikuti sidang isbat. Menurutnya di Dusun Gondang terdata ada 13 pasang suami isteri yang akan mengikuti sidang isbat nikah massal, 7 pasang yang membayar pada dirinya, besarannya variatif ada yang membayar Rp 50.000-Rp 150.000 sedangkan sisanya enggan membayar karena mengerti program tersebut adalah gratis.

“Saya cuma disuruh pak Kaur Kesrah Bapak Muhid sebesar Rp 150 ribu per pasangan, katanya ada biaya administrasi di KUA,” ungkapnya.

Halil mengaku uang dari hasil penarikan itu terkumpul sebesar Rp 750 ribu dan ia setor ke Kaur Kesrah Rp 550 ribu saat pelaksanaan sidang isbat di Kantor Kecamatan Tanggul.

“Saya dikasih Rp 200 ribu oleh pak Kaur Kesra, katanya itu ongkos bensin buat saya,” tutur Halil saat ditemui di kediamannya di Dusun Gondang Desa Darungan.

Sementara itu Kepala Desa Darungan Kulsum Efendi mengaku kecolongan dengan adanya pratek pungli di bawah jajaranya. Padahal dirinya sering berpesan kepada perangkat desa agar jauhi pungli.

“Awalnya saya mendapat laporan dari warga tentang praktek pungli ini, setelah saya kroscek ternyata benar yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” katanya.

Lebih jauh Kulsum mengatakan, bahwa kegiatan pungli itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh warga. Dirinya mempersilahkan hal itu, karena menurutnya pungli adalah musuh bersama yang harus dibasmi siapapun pelakunya.

“Saya dengar warga telah melaporkan kegiatan pungli itu ke Polres Jember. Saya persilahkan, sesuai instruksi Ibu Bupati harus 3B. Jika terbukti bersalah tentu kami akan beri sanksi tegas kepada yang bersangkutan,” tegasnya. (puji sn)

LEAVE A REPLY