Bupati Salwa Hadiri Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Aceh

0
39
Serangkaian kehadiran Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dalam penanaman perdana pisan cavendish di Kabupaten Bener Meriah, Aceh

BONODOWOSO, SUARATIMURNEWS.COM – Selain kopi, sepertinya Kabupaten Bondowoso akan punya komoditi pertanian baru yang juga tidak kalah menarik yang bisa mendukung devisa negara melalui jalur ekspor. Komoditas pertanian tersebut adalah pisang jenis Cavendish. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya Bupati Salwa Arifin dala penanaman perdana pisang Cavendish di Aceh, Selasa (18/2/2020).

Pisang ini merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di luar negeri. Sedangkan, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembangbiakan menggunakan metode kultur jaringan.

Bekerjasama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP), Pemerintah Bener Meriah akan melakukan penanaman pisang cavendish dengan konsep pengembangan kawasan holtikultura berorientasi ekspor. Untuk mencapai tujuan tersebut kedua belah pihak melakukan penanaman perdana pisang Cavendish, di kawasan kebun yang terletak di UPTD UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Kampung Rime Raya, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin yang ikut hadir dalam penanaman perdana pisang cavendish tersebut didampingi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Hendri Widotono, dan mengikuti serangkaian kegiatan yang tepatnya dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Melalui siaran persnya, Sekretaris Dinas Pertanian Hendri Widotono, menerangkan, pemerintah saat ini tidak hanya menggenjot produk-produk hasil industri, namun juga mendorong peningkatan kinerja ekspor produk-produk yang berasal dari sektor lain.

Salah satunya yakni dengan memperluas pengembangan produk hortikultura berorientasi ekspor. Ini dilakukan melalui kerjasama antara pemerintah, swasta yakni Great Giant Pineapple (GPP) dan Petani.

“Pemerintah akan terus mengembangkan kawasan hortikultura berorientasi ekspors di daerah lainnya, bahkan nanti juga direncanakan di Bondowoso, dengan GGP melalui skema Creating Shared Value,” ujarnya.

Ia melanjutkan, nantinya di Bondowoso akan dibuat demplot seluas 5,8 Hektar jika diijinkan oleh PT GGP, sementara ini masih siap 15 hektar. Direncanakan penanaman perdana nanti akan dilakukan di wilayah Kecamatan Botolinggo.

“Ini merupakan tantangan, jadi nanti PT GGP akan datang sendiri untuk survey, namun karena tim ahlinya terbatas, regulasinya hati-hati jadi timnya turun sendiri apa lagi terkait kepemilikan lahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin, mengatakan, sebagai negara agraris, peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional memang semakin penting dan strategis.

Kontribusinya dalam PDB Indonesia yakni terbesar ketiga setelah sektor industri dan perdagangan. Kemudian, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari-Desember 2019 ekspor produk pertanian sebesar 3,61 miliar dolar AS atau meningkat 5,31 persen dibandingkan periode sama di 2018 yang sebesar 3,43 miliar dolar AS.

“Meningkatnya kinerja ekspor sektor pertanian, salah satunya didorong oleh peningkatan ekspor subsektor hortikultura, khususnya buah-buahan tahunan Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan tahunan yang memiliki prospek pengembangan baik karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka luas,” pungkasnya.

Untuk informasi, sebelumnya juga sudah dilakukan launching program dan penanaman perdana pisang Cabendish di Kabupaten Jembrana, Bali pada 28 Desember 2019, disusul penanaman perdana di Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada 21 Januari 2020. (gun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here