Berdalih Bantu Tetangga Kredit Motor, Sales Obat Malah Jadi Pesakitan

0
266
ER saat di periksa jaksa di kantor Kejaksaan Negeri Jember

SUARATIMURNEWS (JEMBER) – ER warga Jl. Manggar Gebang Patrang Jember harus menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jember dengan nomor Perkara 809/Pid.13/2019/PN Jmr, ER, didakwa telah melakukan penggelapan motor Honda Beat yang dikreditnya, pria yang sehari-hari sebagai sales obat-obatan ini dilaporkan oleh Rizang salah satu pihak leasing tempat terdakwa kredit sepeda motor.

“Yang bersangkutan kredit melalui pembiayaan tempat kami bekerja, ia hanya membayar angsuran 1 kali, sisanya tidak pernah dibayar, ketika kami datangi dirumahnya, yang bersangkutan beralasan bahwa yang kredit adalah tetangganya, ia hanya sebagai perantara saja,” ujar Rizang.

Berhubung yang tertulis secara administrasi sebagai kreditur adalah ER, begitu juga STNK sepeda juga atas nama ER, pihaknya pun melaporkan ER telah melakukan penggelapan barang yang dikreditnya.

“Yang bersangkutan menyatakan sebagai perantara saja, alasannya menolong tetangga, tapi saat kami minta tunjukkan sepeda yang dikredit, ia tidak bisa menunjukkan, bahkan yang bersangkutan berbelit-belit,” beber Rizang.

Rizang mengatakan, bahwa kredit motor maupun mobil melalui lembaga finance (leasing) sudah diatur dalam UU nomor 42 tentang Fidusia. “UU Fidusia itu bisa mengarah ke Perdata maupun ke Pidana mas, kalau objek atau sepeda motornya ada, tentu arahnya ke perdata, tapi kalau objeknya sudah pindah tangan atau tidak ada di pemiliknya sedangkan masih memiliki tanggungan, maka arahnya ke Pidana, karena sama dengan penggelapan,” ujar Rizang.

Rizang menambahkan, selama ini banyak masyarakat  yang masih belum memahami UU Fidusia, sehingga ketika kredit motor maupun mobil, masyarakat menganggap sebagai UU Perdata. “Yang bersangkutan sendiri saat diperiksa di kepolisian juga tidak bisa menghadirkan tetangganya yang katanya sebagai pihak yang minta tolong untuk dikreditkan, sehingga kami harus menempuh lewat jalur Pidana,” ujar Rizang.

ER sendiri saat ini harus duduk di meja hijau menjadi pesakitan untuk mendengar putusan PN dari 4 sidang yang sudah dijalaninya. “Hari ini sidang putusannya mas,” pungkas Rizang Kamis (28/11/2019). (*)

LEAVE A REPLY