Banjir Tujuh Jam Desa Alasmalang Kebanjiran Lagi

0
123

Foto: Banjir yang melanda Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh

SUARATIMURNEWS.COM (BANYUWANGI) – Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, kembali dilanda banjir bandang aliran sungai Badeng, Minggu (25/11) malam. Akibatnya, puluhan rumah  terendam banjir bandang disertai lumpur dan arus lalu lintas Banyuwangi -Jember via Singojuruh  terpaksa dialihkan hingga Senin (26/11).

Ada dua dusun di Desa Alasmalang yang terdampak banjir bandang, yaitu Dusun Karangasem sebanyak 36 rusak ringan dan 1 rusak sedang. Sedangkan Dusun Wonorekso hanya 5 rumah rusak ringan. Namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Menurut Riski (45) korban banjir bandang warga Dusun Karangasem, banjir bandang  kembali melanda rumahnya, setelah terjadi hujan deras di bagian hulu sungai Badeng. Puluhan rumah warga  kembali terendam banjir karena tidak sigapnya pemerintah daerah setempat.

Pasalnya, Ia dan warga desa Alasmalang sudah meminta sendiri ke DPRD Banyuwangi untuk merubah struktur Jembatan Garit yang dianggap biang dari banjir bandang yang telah terjadi berulang kali. Bahkan selama tahun 2018 ini, sudah  ketiga kali rumah warga di desa Alasmalang terendam air dan lumpur akibat banjir bandang.

“Kami warga Desa Alasmalang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, untuk segera membangun kembali jembatan Garit yang menjadi biang banjir bandang,” ungkapnya.

Riski mengaku kecewa, karena pemerintah belum melakukan langkah optimal untuk mencegah terjadinya banjir bandang yang terus berulang di Desa Alas Malang Singojuruh.

Ia menganggap pembangunan plesengan sebelah selatan bukanlah solusi, malahan menyebabkan banjir menimpa kawasan yang ada di sebelah selatan jembatan yaitu Dusun Karangasem dan Wonorekso.

“Daripada membangun plesengan kembali bukanlah solusi jika tidak diubah dessain jembatannya. Saya mending dibongkar saja tanpa ada jembatanpun tidak ada masalah daripada selalu menjadi korban banjir bandang,” sesalnya.

Sementara itu, menurut Djadjat Sudrajat Sekda Pemkab Banyuwangi, pemerintah kabupaten Banyuwangi sudah berupaya untuk mencegah banjir bandang di desa Alasmalang sesuai kapasitasnya. Pihaknya membangun plesengan yang lebih tinggi. Namun apa daya, karena kewenangan untuk membongkar jembatan Desa Alasmalang adalah  kewenangan pemerintah Provinsi.

“Untuk membongkar jembatan adalah kewenangan pemerintah provinsi, Kami telah berupaya untuk mencegah banjir bandang dengan membangun plesengan sebelah selatan. Setelah ini kami bangun plesengan yang sebelah selatan supaya sama sama tinggi,” ujar Djajat.

Setelah terjadinya banjir bandang tersebut, dalam pantauan Memo Timur, warga beserta anggota Polri dan TNI berupaya untuk membersihkan rumah warga dan fasilitas umum yang terendam lumpur. Namun, penanganan korban banjir bandang berbeda dengan penanganan korban banjir bulan juni lalu. Pasalnya, tidak terdapat dapur umum maupun posko kesehatan. Selain itu, minim bantuan sehingga warga desa Alasmalang yang terdampak mengaku tidak makan mulai pagi hingga siang hari karena bantuan nasi bungkus tidak ada. (guh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here