Apresiasi Majlis Dzikir Rotibul Hadad, Bupati Sebut Bagian dari Jember Bumi Sholawat

0
318

SUARATIMURNEWS (JEMBER) Menjadikan Jember sebagai Bumi Sholawat dalam program kerja Bupati Faida dan Wakilnya Drs. KH. Muqiet Arif bukanlah isapan jempol dan ini dibuktikan dengan dukungan dari kelompok Masyarakat, diantaranya Majlis Dzikir Rotibul Hadad pimpinan KH. M. Mushoddiq Fikri Farouq yang juga pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Jember Kidul Kaliwates saat menggelar kegiatan berdzikir di Masjid Jamik Al Baitul Amin Jember, Kamis (3/5/2018) malam.

“Majelis dzikir ini sesuai dengan program kerja bupati, yaitu menjadikan Jember sebagai Bumi Sholawat, saya senang dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, bahkan saat ini pendopo kabupaten juga rutin digelar sholawatan satu bulan sekali,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dalam sambutannya.

Dengan mengenakan busana berwarna serba putih, Bupati juga mengingatkan agar selalu meminta nasehat kepada Al Qur’an dan hadits apabila mendapatkan masalah. “Memang betul, jangan meminta nasehat ke yang lain-lain. Mintalah nasehat kepada orang mengerti ilmu agama, karena kunci kebenaran tidak kemana-mana, ada di Al Qur’an dan Hadits,” ujarnya.

Bahkan soal meminta nasehat, bupati memiliki pengalaman tersendiri dengan H.M. Mushoddiq Fikri Farouq, dimana saat itu sebelum mencalonkan jadi bupati mengalami kebuntuan menetukan langkahnya dalam menjalankan program operasi gratis bagi dhuafa karena menghadapi berbagai isu politik, isu yang membuatnya harus meminta nasehat terkait gratis bagi duafa yang sudah digelar bertahun-tahun di RS. Bina Sehat.

Untuk menjawab keluhan itu, Gus Fikri mengambil Al Qur’an dan membacakan dua ayat yang terkait dengan problem yang dihadapi bupati itu.

Saat dibacakan dan dijelaskan arti ayat tersebut, bupati menangis. Hingga operasi gratis bagi dhuafa tetap dilanjutkan karena bupati takut banyak warga miskin yang menjadi orang kufur dan tersesat.

Bupati pun bersyukur diingatkan Gus Fikri melalui dua ayat tersebut. “Kalau tidak diingatkan, saya akan kalah hanya dengan tekanan politik yang sifat sebenarnya hanya mengganggu perasaan,” jelas mantan Direktur RS Bina Sehat ini.

Setelah mendapat nasehat, Bupati pun yakin aktifitas yang dilakukannya tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan Allah SWT. “Bukan melanggar aturan-aturan Allah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gus Fikri mengungkapkan pernah kedatangan tamu yang meminta nasehat. Tamu itu adalah Bupati Faida, yang ketika itu menjadi calon bupati.

Sementara dalam ceramahnya, Gus Fikri mengajak jamaah untuk memfokuskan diri beribadah dalam bulan ramadhan yang sebentar lagi datang. Ia juga meminta jamaah mendoakan para pemimpin negeri ini.

“Kalau ada satu doa yang langsung terkabul, saya akan berdoa untuk pemimpin, kuatkanlah bupati, gubernur dan presiden dalam menjalankan amanat, kalau pemimpin baik, maka kebaikan itu akan kita rasakan,” tegas Gus Fikri sambil menyitir sebuah Hadist. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here