Pemkot Ambon Dukung Layanan Kesehatan Berbasis AI, Sosialisasi Digelar di 22 Puskesmas

oleh -23 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mendukung pengembangan layanan kesehatan digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui Aiko Health. Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi kesehatan sekaligus memperkuat keterhubungan antara puskesmas dan rumah sakit.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan pemanfaatan teknologi digital merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan.

“Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, mempermudah konsultasi awal, serta membantu warga mendapatkan arahan mengenai fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ronald kepada wartawan di Ambon, Kamis (22/10/2026).

Aiko Health merupakan layanan kesehatan digital yang dikembangkan melalui kolaborasi GMANGO-Aiko Health. Platform ini dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan dan melakukan triase awal sebagai panduan untuk menentukan langkah selanjutnya sebelum menjalani pemeriksaan oleh tenaga medis.

Ronald menegaskan, teknologi AI hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung dan tidak menggantikan peran tenaga medis dalam menentukan diagnosis maupun penanganan pasien.

Dukungan Pemkot Ambon terhadap pengembangan Aiko Health diawali melalui pertemuan dengan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Kantor Wali Kota Ambon pada 20 Juni 2026.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Kota Ambon, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Ronald Lekransy selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pertemuan tersebut, tim GMANGO-Aiko Health memaparkan konsep transformasi pelayanan kesehatan digital dan potensi pemanfaatan AI untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Pembahasan kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara GMANGO-Aiko Health dan Dinas Kesehatan Kota Ambon pada 4 Juli 2026.

Setelah kerja sama ditandatangani, tim Aiko Health melakukan sosialisasi dan pendampingan di 22 puskesmas yang tersebar di Kota Ambon.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan penggunaan aplikasi kepada jajaran fasilitas kesehatan sekaligus memberikan pemahaman mengenai fungsi dan batasan teknologi AI dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Ronald, pemahaman tenaga kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan teknologi tersebut agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

“Teknologi AI diharapkan membantu masyarakat mengenali kebutuhan awal pelayanan kesehatan dan memperoleh informasi mengenai fasilitas yang dapat diakses. Sementara diagnosis dan penanganan medis tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang kompeten,” ujarnya.

Pemkot Ambon dan GMANGO kembali membahas pengembangan kolaborasi tersebut dalam pertemuan pada 15 September 2026 di Hutumuri.

Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette itu melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta RSUD Kota Ambon.

Sementara itu, GMANGO diwakili Jordi Ramos, Celine Wren, dan Natalie Neeley.
Ronald menjelaskan, pembahasan difokuskan pada pengembangan Kota Ambon menuju konsep Healthy City dan Smart City melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses layanan kesehatan dan memperkuat koordinasi antarfasilitas kesehatan.

Salah satu aspek yang dibahas adalah membangun keterhubungan antara puskesmas dan rumah sakit agar masyarakat dapat memperoleh arahan pelayanan secara lebih terstruktur.

Selain itu, pemanfaatan data agregat dan anonim diharapkan dapat membantu pemerintah memahami kecenderungan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Data yang telah diolah tersebut dapat menjadi bahan pendukung dalam perencanaan kebijakan, penentuan prioritas pelayanan, hingga penyusunan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Ronald menekankan bahwa pengelolaan informasi kesehatan harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi.
Penggunaan data agregat dan anonim diarahkan untuk mendukung analisis kebutuhan kesehatan tanpa membuka identitas maupun informasi pribadi pasien kepada publik.

AI Tidak Menggantikan Tenaga Medis
Ronald mengatakan, transformasi kesehatan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Penerapannya juga membutuhkan kesiapan fasilitas kesehatan, pemahaman tenaga pelaksana, serta mekanisme pertukaran informasi yang mendukung keberlanjutan pelayanan.

Karena itu, keterlibatan Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Bappeda, DPMPTSP, RSUD Kota Ambon, jaringan puskesmas, serta GMANGO-Aiko Health dinilai penting dalam pengembangan ekosistem kesehatan digital di Kota Ambon.

Pemkot Ambon berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, mempermudah pencarian fasilitas pelayanan, serta meningkatkan koordinasi antarfasilitas kesehatan.

Pengembangan Aiko Health juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan inovasi teknologi dalam pelayanan publik, dengan tetap menempatkan keselamatan pasien, peran tenaga medis, dan perlindungan data pribadi sebagai perhatian utama.

“Melalui pemanfaatan AI yang disertai penguatan peran tenaga kesehatan, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan data pribadi, transformasi kesehatan digital diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih mudah dijangkau, responsif, dan berbasis data,” kata Ronald.(*)