Laipeny Sesalkan Aksi Demo Gema MBD di Kantor Gubernur Maluku

oleh -7 Dilihat

Ambon- Suaratimurnews.com Anggota DPRD Maluku dari daerah pemilihan Maluku Barat Daya (MBD)-Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Suanthie Jhon Laipeny, menyesalkan aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Gema MBD di depan Kantor Gubernur Maluku, Senin (5/10/2026).

Aksi tersebut sempat memanas saat mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya terkait keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan proyek LNG Abadi Blok Masela.

Laipeny menilai penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, menurut dia, aspirasi seharusnya disampaikan secara tertib, beretika, serta didukung pemahaman yang utuh mengenai persoalan yang diperjuangkan.

“Apa yang disampaikan sebagai tuntutan oleh mahasiswa MBD diterima bahkan direspons dengan baik oleh Gubernur Maluku dengan berbagai penjelasan,” ujar Laipeny, Rabu (7/10/2026).

Dia mengatakan persoalan tenaga kerja lokal dalam proyek Blok Masela tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya masyarakat yang diterima bekerja. Pemerintah daerah, kata dia, juga memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat daerah memiliki pendidikan, kompetensi, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, Laipeny mempertanyakan sejauh mana Pemerintah Kabupaten MBD telah menyiapkan sumber daya manusia untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari pengembangan Blok Masela.

“Pertanyaan saya, adik-adik mahasiswa sudah menanyakan kepada Bupati MBD yang punya kewenangan untuk mempersiapkan anak daerah menyambut Blok Masela?” katanya.

Laipeny meminta mahasiswa MBD tidak hanya menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Ia mendorong mahasiswa juga berdialog dengan Pemerintah Kabupaten MBD untuk mengetahui program dan kebijakan yang telah disiapkan menghadapi pengembangan Blok Masela.

Menurut dia, pemerintah kabupaten memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus mengembangkan potensi daerah agar masyarakat MBD dapat memperoleh manfaat dari proyek strategis tersebut.

“Harus ada transparansi dari Pemerintah Kabupaten MBD, apa saja yang telah dilakukan, baik itu mempersiapkan sumber daya manusia maupun sumber daya alam menyambut Blok Masela. Ini tanggung jawab kepala daerah kepada masyarakatnya,” tegas Laipeny.(ST01)