Ambon,-Suaratimurnews.com Ketua Umum Serikat Pekerja Angkasa Pura Indonesia (Sekarpura), Harry Marvi Sirait, menegaskan organisasi serikat pekerja tidak hanya menjadi wadah untuk menampung aspirasi karyawan tetapi harus mampu menyusun strategi untuk mengawal keberlangsungan perusahaan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan karyawan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sekarpura Bandara Internasional Pattimura Ambon di Restoran Apong Wayame Senin 24/8/2026
Menurut Ketua Umum, organisasi serikat pekerja memiliki peran strategis dalam membangun hubungan industrial yang sehat antara pekerja dan manajemen.
Ia mengatakan, pengurus serikat pekerja harus memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh. Karena itu, setiap kebijakan strategis perusahaan perlu dipahami dan dikomunikasikan hingga ke tingkat bawah.
“Kita harus memahami kondisi perusahaan seperti apa. Ketika berdiskusi dengan manajemen maupun BOD dan informasi yang kita terima harus bisa diteruskan ke DPC dan anggota,” ujarnya.
Marvi menyebut Sekarpura saat ini memiliki sekitar 4.890 anggota atau sekitar 63-64 persen dari populasi pekerja yang menjadi cakupan organisasi PT Angkasa Pura Indonesia
Ia menegaskan cakupan perjuangan Sekarpura tidak lagi dibatasi wilayah barat maupun timur Indonesia.
“Anggota Sekarpura sudah mencakup wilayah timur, sehingga tidak ada lagi istilah wilayah barat dan wilayah timur. Semua merupakan bagian dari kepentingan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia,” katanya.
“Yang kami kawal adalah bagaimana aksi korporasi tetap berjalan dengan tata kelola yang baik, karena yang mengurus perusahaan ini juga menyangkut masa depan karyawan,” katanya.
Sekarpura juga bersiap menghadapi perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) kedua PT Angkasa Pura Indonesia.
Ketua Umum mengatakan PKB pertama telah disusun dan dilaksanakan bersama, namun masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi.
Dalam perundingan nanti, kami pastikan Sekarpura berdiri di atas kepentingan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia, termasuk hak-hak pascakerja dan manfaat pensiun,” ujarnya.
Marvi juga menyampaikan bahwa Sekarpura akan memperingati hari ulang tahun ke-27 pada September 2026 dengan sejumlah agenda yang diharapkan dapat melibatkan seluruh DPC, termasuk DPC Ambon
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon Johan Seno Acton. menilai keberadaan organisasi Sekarpura memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara karyawan dan manajemen.
Ia berharap pengurus Sekarpura tidak hanya memahami persoalan internal karyawan, tetapi juga mengetahui kondisi perusahaan dan dinamika yang akan dihadapi ke depan. Sekarpura harus tahu bagaimana kondisi perusahaan saat ini dan apa yang akan dihadapi ke depan.
Ia juga mengapresiasi keberadaan lebih dari satu serikat pekerja di lingkungan Bandara Pattimura. Perbedaan organisasi, kata dia, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
“Saya kira dua serikat merupakan hal yang baik. Perbedaan jangan menjadi perpecahan. Saya berharap semuanya tetap solid dan memperhatikan koridor yang ada,” katanya.
Ia meminta setiap aspirasi yang disampaikan kepada manajemen dilengkapi data dan dasar yang jelas sehingga dapat menjadi bahan pembahasan bersama.
“Di wilayah timur pilihan fasilitas kesehatan tidak sebanyak di wilayah barat. Karena itu, kita berharap pelayanan kepada karyawan tetap menjadi perhatian,” ujarnya.
Muscab I DPC Sekarpura Bandara Pattimura Ambon diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun hubungan industrial yang sehat, terbuka dan berkelanjutan antara pekerja dan manajemen.”ungkapnya.(ST01)
