OJK Maluku dan Dispora Ambon Perkuat Literasi Keuangan Pemuda di Era Digital

oleh -16 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon memperkuat kapasitas generasi muda agar semakin cerdas mengelola keuangan dan bijak memanfaatkan ruang digital.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Lentera Pemuda: Memahami Tantangan, Membangun Kapasitas, Menjawab Masa Depan” yang digelar di Kantor OJK Provinsi Maluku dan diikuti 100 mahasiswa dan mahasiswi di Kota Ambon.Selasa 11/2026

Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, yang diwakili Manajer Senior PEPKLMST KOJK Provinsi Maluku Deni Iswanto, mengatakan pemuda merupakan aset penting daerah yang perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, serta tantangan sosial.

“Pemuda perlu mampu mengenali diri dan melihat peluang, menggunakan media sosial secara positif, serta mengelola keuangan dengan bijak dan waspada terhadap pinjaman online ilegal,” ujar Deni.

Menurut Deni, digitalisasi telah membuat berbagai aktivitas keuangan semakin mudah dilakukan melalui telepon genggam, mulai dari membuka rekening, berinvestasi, berbelanja hingga memperoleh pembiayaan. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti meningkatnya risiko kejahatan keuangan.

Data Satgas PASTI periode Januari hingga 30 Juni 2026 mencatat telah ditemukan dan dihentikan 951 entitas pinjaman online ilegal, 238 penawaran investasi ilegal, 27 gadai swasta ilegal, serta dua aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre menerima 608.167 laporan pada periode yang sama. Dari laporan tersebut, dana yang berhasil diblokir mencapai Rp674,1 miliar, sedangkan dana yang dikembalikan kepada korban mencapai Rp196,93 miliar.

OJK pun mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menerapkan prinsip 2L: Legal dan Logis sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan.
Legal berarti memastikan lembaga maupun produk keuangan yang ditawarkan telah memiliki izin.

Sementara logis berarti menggunakan akal sehat dan tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat yang seolah tanpa risiko.

Kegiatan Lentera Pemuda dikemas secara interaktif dan partisipatif dengan menghadirkan tiga materi utama, yakni “Pandangan Pemuda: Kenali Masalah, Manfaatkan Peluang, Hadapi Tantangan”,

“Penggunaan Media Sosial yang Positif: Terang di Dunia Digital”, serta “Pengelolaan Keuangan, Waspada Pinjaman Online Ilegal.”
Materi pengembangan kapasitas pemuda disampaikan Frangky J. Louth, SE, M.Sc., materi penggunaan media sosial oleh Rovel S. E. Ayal, serta materi pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal oleh Junet Fransina van Room.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk mampu mengenali potensi dan tantangan, memanfaatkan ruang digital secara produktif, serta meningkatkan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara tepat.

OJK juga mendorong peserta menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan membagikan pengetahuan kepada keluarga, teman, dan komunitas.

“Satu orang muda yang paham literasi keuangan dapat membantu melindungi satu keluarga dari kerugian yang tidak perlu,” kata Deni.

Ia berharap pemuda Kota Ambon dapat menjadi “lentera” di ruang digital dengan menggunakan media sosial untuk membangun, berkarya, memperluas jejaring, mengembangkan peluang ekonomi, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat.

KOJK Provinsi Maluku menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat pelindungan konsumen dan masyarakat.

Penguatan kapasitas generasi muda menjadi salah satu langkah strategis untuk membentuk pemuda yang cerdas finansial, adaptif terhadap teknologi, produktif, dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.(*)