Bandara Pattimura Kampanyekan Budaya Rawat Fasilitas, Dorong Pengguna Jasa dan Pekerja Jaga Kenyamanan Bersama

oleh -9 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengampanyekan “Budaya Rawat Fasilitas” kepada pengguna jasa dan seluruh pekerja di lingkungan bandara.Kamis 13/8/2026

Kampanye ini dilakukan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta keberlangsungan fasilitas bandara. Manajemen Bandara Pattimura menilai, lingkungan yang terawat menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus mencerminkan profesionalisme pelayanan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan pemborosan air, pembuangan sampah tidak pada tempatnya, hingga hilangnya sejumlah fasilitas sanitasi di beberapa titik toilet area kargo.
Khusus di area kargo dan wilayah airside, manajemen mengingatkan seluruh mitra kerja untuk memperhatikan tiga hal utama.

Pertama, menghemat energi dan air dengan memastikan keran ditutup sempurna sehingga tidak terjadi pemborosan air bersih.
Kedua, menjaga inventaris dengan tidak melepas, merusak, maupun memindahkan aset fasilitas seperti keran air, tempat sampah dan perlengkapan lainnya dari lokasi semula.

Ketiga, mencegah kerusakan fasilitas dan lingkungan dengan menggunakan tisu secukupnya serta membuangnya ke tempat sampah untuk mencegah penyumbatan pada wastafel maupun kloset.

General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan bandara merupakan ruang bersama yang harus dijaga oleh seluruh pihak.

“Bandara adalah rumah bersama. Dengan merawat fasilitas seperti toilet dan area publik lainnya, kita turut menjaga kenyamanan perjalanan setiap orang,” ujarnya

Menurut Johan, kebiasaan sederhana seperti mematikan keran, menjaga aset tetap pada tempatnya, serta membuang tisu dengan benar merupakan bagian dari kedisiplinan dan profesionalisme bersama.

Ia mengajak seluruh pengguna jasa, pekerja dan mitra kerja untuk menjadikan Bandara Pattimura sebagai tempat yang bersih, nyaman dan berstandar internasional.

“Layanan prima lahir dari lingkungan yang kita rawat bersama. Mari wujudkan Bandara Pattimura yang bersih, indah, dan menjadi pintu gerbang Maluku yang membanggakan,” katanya.

Manajemen Bandara Pattimura optimistis kesadaran kolektif seluruh pihak dapat menjaga kebersihan, fasilitas dan keandalan operasional bandara, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan pengguna jasa.(*)