Ambon, -Suaratimurnews.com PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Pattimura Ambon berkolaborasi dengan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Maluku menggelar kegiatan knowledge sharing Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta edukasi pencegahan dan deteksi dini tumor dan kanker, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Gedung Administrasi Lantai 2 Bandara Pattimura sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIT itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya deteksi dini penyakit kanker.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kegawatdaruratan melalui materi P3K yang disampaikan oleh tim internal perusahaan.
Materi difokuskan pada langkah-langkah dasar memberikan pertolongan pertama secara aman dan tepat sebelum tenaga medis tiba.
Peserta diperkenalkan pada prinsip keselamatan dengan memastikan lokasi kejadian aman sebelum melakukan pertolongan.
Selain itu, dijelaskan pula metode penilaian kondisi korban menggunakan teknik ASNT (Awas, Suara, Nyeri, Tidak Merespons) serta observasi LDR (Lihat, Dengar, Rasakan) untuk menilai respons dan kondisi pernapasan korban.
“Kepanikan sering menjadi tantangan utama saat terjadi kecelakaan. Melalui pemahaman metode ASNT dan LDR, kami berharap setiap karyawan mampu memberikan pertolongan pertama yang cepat, tepat, dan terukur sebelum bantuan medis datang,” ujar perwakilan manajemen Perusahaan selaku pihak internal saat menyampaikan materi.
Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pencegahan tumor dan kanker yang dipandu oleh perwakilan YBKN Maluku, Nisa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya mengenali gejala awal berbagai jenis kanker, termasuk kanker nasofaring yang sering tidak menunjukkan tanda-tanda spesifik pada stadium awal.
Selain membahas karakteristik tumor jinak seperti lipoma dan fibroadenoma mammae (FAM), Nisa juga mengingatkan bahwa pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan kanker tetap memiliki risiko kekambuhan apabila tidak menjalani pengawasan dan perawatan secara berkelanjutan.
“Banyak jenis kanker tidak menunjukkan gejala yang khas pada fase awal sehingga sering terlambat terdeteksi. Karena itu, deteksi dini dan upaya pencegahan yang konsisten menjadi langkah penting, termasuk bagi penyintas kanker yang telah menjalani operasi,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, PT Angkasa Pura Indonesia dan YBKN berharap edukasi mengenai keselamatan kerja serta pencegahan penyakit dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan kerja, sekaligus mendorong setiap individu lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan dan deteksi dini secara berkala.(*)
