Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif di Maluku.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama gerakan SALAWAKU, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat pelindungan konsumen sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Provinsi Maluku.pada Rabu (17/7/2026)
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady menegaskan, pemberantasan kejahatan keuangan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat untuk mencegah semakin banyaknya warga menjadi korban.
“Pelindungan konsumen dan literasi keuangan harus berjalan bersama. Masyarakat tidak hanya perlu memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga harus mampu mengenali berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin berkembang,” tegas Haramain.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
Karena itu, OJK Maluku bersama SALAWAKU mengajak masyarakat untuk semakin waspada terhadap sejumlah ancaman, di antaranya:
1. Pinjaman online ilegal
Masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran pinjaman dengan proses cepat tanpa memastikan legalitas penyelenggaranya.
2. Investasi bodong
Tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat harus menjadi alarm bagi masyarakat. Prinsip legal dan logis perlu dikedepankan sebelum menempatkan dana pada suatu investasi.
3. Penipuan dengan modus social engineering
Pelaku dapat memanfaatkan kelengahan korban untuk memperoleh data pribadi, kode OTP, PIN, maupun informasi perbankan lainnya.
Gerakan SALAWAKU diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan bersama dalam membangun kesadaran masyarakat Maluku agar semakin cerdas dalam mengambil keputusan finansial.
OJK Maluku juga mendorong masyarakat untuk tidak tinggal diam ketika menemukan aktivitas keuangan yang mencurigakan.
“Keamanan finansial adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal atau mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya melalui kanal resmi,” ujar Haramain.
Dengan penguatan sinergi antara OJK, SALAWAKU, pemerintah, aparat penegak hukum, industri jasa keuangan, dan masyarakat, upaya membangun ekosistem keuangan Maluku yang sehat dan aman diharapkan semakin kuat.Literasi meningkat, masyarakat terlindungi, kejahatan keuangan dilawan bersama.(ST01)
