Wali Kota Ambon Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip Siswa dalam SPMB

oleh -11 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews,com Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan tidak ada praktik titip-menitip siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Ambon. Ia meminta seluruh kepala sekolah menolak segala bentuk intervensi yang mengatasnamakan dirinya maupun pihak tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Wattimena usai Apel Pagi ASN yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Maluku di Balai Kota Ambon, Selasa (9/6/2026).

“Jangan bawa isu-isu sembarangan. Tidak ada urusan, tidak ada titipan Wali Kota. Ngapain saya urus SD dan SMP? Tidak ada itu,” kata Wattimena kepada wartawan.

Ia menegaskan seluruh proses penerimaan murid baru harus berjalan sesuai aturan, persyaratan, dan mekanisme yang telah ditetapkan. Menurutnya, tidak boleh ada siswa yang diterima hanya karena adanya intervensi, apabila tidak memenuhi syarat yang berlaku.

Wattimena mengatakan Pemerintah Kota Ambon bersama para pemangku kepentingan pendidikan telah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, objektif, dan akuntabel.

“Kita sudah tanda tangani pakta integritas untuk mendukung sistem penerimaan murid baru yang transparan dan akuntabel. Jadi tidak ada yang boleh membawa nama saya untuk kepentingan apa pun,” ujarnya.

Ia juga meminta para kepala sekolah tidak takut menghadapi pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi proses penerimaan siswa dengan membawa nama pejabat daerah atau tim tertentu.

“Saya bilang kepada seluruh kepala sekolah di Kota Ambon, tidak usah takut. Kalau ada yang datang membawa nama Wali Kota, jangan dilayani. Semua sudah ada persyaratan, prosedur dan aturan zonasinya. Kalau tidak memenuhi syarat, jangan diterima,” tegasnya.

Menurut Wattimena, seluruh keputusan terkait penerimaan murid baru telah menjadi kesepakatan bersama yang dituangkan dalam pakta integritas dan wajib dijalankan oleh setiap satuan pendidikan.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah segera melaporkan apabila menemukan praktik titip-menitip siswa atau penyalahgunaan namanya dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Kalau ada yang mengaku membawa titipan dari tim tertentu atau membawa nama saya, laporkan. Kalau ada temuan, kasih tahu supaya kita evaluasi,” katanya.

Selain itu, Wattimena turut menyoroti dugaan manipulasi administrasi kependudukan yang dilakukan untuk memenuhi syarat masuk ke sekolah tertentu. Ia meminta setiap temuan terkait perubahan data kependudukan yang tidak sesuai prosedur segera dilaporkan kepada pemerintah daerah.

“Kalau ada yang kedapatan mengubah KK hanya untuk masuk sekolah tertentu, bawa langsung ke saya. Itu harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Wattimena kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk melakukan titip-menitip siswa atas namanya.

“Stop. Tidak ada lagi titip-menitip, apalagi mengatasnamakan Wali Kota Ambon. Masa Wali Kota urus titip anak sekolah? Jadi kepala sekolah tidak usah dengar kalau ada yang datang membawa nama saya untuk kepentingan mereka. Tidak ada pendelegasian nama untuk titip-menitip,” tandasnya.(ST01)