Wali Kota Ambon Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah Lewat TPS Ecolife

oleh -10 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana, prasarana, dan penguatan sumber daya manusia pengelola sampah.

Hal itu disampaikan Wattimena dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Permodalan Nasional Madani bertema “TPS Ecolife – Merdeka dari Sampah” dengan slogan “Bersama Wujudkan Ambon Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan” di kawasan Pattimura Park, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memperkuat kapasitas pengelolaan sampah melalui pembangunan infrastruktur yang memadai serta kolaborasi berbagai pihak.

“Kami berupaya memperkuat kapasitas pemerintah lewat penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai,” kata Wattimena.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Permodalan Nasional Madani Cabang Ambon dan Jasa Raharja atas kolaborasi pembangunan TPS Ecolife di kawasan Pattimura Park.

“Terima kasih PNM Cabang Ambon dan PT Jasa Raharja atas kerja kolaborasi untuk membangun TPS Ecolife di kawasan Pattimura Park. Semoga bisa dilakukan oleh banyak pihak dalam rangka mewujudkan Ambon bersih,” ujarnya.

Wattimena mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kota Ambon dengan meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempat dan waktunya.

“Mari basudara samua katong baku gandeng tangan, sorong bahu par Ambon bersih,” katanya.

Ia menilai tantangan utama pengelolaan sampah saat ini bukan hanya pada proses pengangkutan dan pembuangan, melainkan bagaimana sampah dapat diselesaikan sejak dari sumbernya.

“Kalau hanya sekadar tampung, angkut, dan buang, itu bisa dilakukan. Tetapi menyelesaikan sampah dari sumbernya ini yang menjadi masalah karena membutuhkan pengelolaan sejak dari sumber,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon berharap TPS Ecolife dapat diperbanyak di berbagai wilayah serta didukung pembentukan bank sampah unit di desa, negeri, dan kelurahan.

Menurut Wattimena, keberadaan bank sampah yang terintegrasi dengan bank sampah induk akan membantu mengurangi volume sampah dari sumbernya secara signifikan sehingga mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

“Paling tidak satu atau dua bank sampah di setiap desa,kelurahan atau negeri, lalu diintegrasikan dengan bank sampah induk, sehingga sampah dari sumbernya bisa dikurangi dalam jumlah besar,” tandasnya.(ST01)