BI Genjot Ekonomi Syariah di Maluku, UMKM dan Ekosistem Halal Jadi Fokus

oleh -20 Dilihat

Ambon,–Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di kawasan timur Indonesia seperti Maluku.

Narasumber materi ekonomi dan keuangan syariah, Athufail Araafi Soeripto, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan temu wartawan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku yang digelar di lantai 9 Zest Hotel, Senin (13/4/2026).

Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku mendorong berbagai program strategis yang difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan ekosistem halal, serta akselerasi digitalisasi ekonomi syariah.

Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas inklusi keuangan berbasis syariah di daerah.

BI Maluku juga mengintensifkan pengembangan ekonomi syariah melalui pelatihan, forum diskusi, hingga edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Program tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi turut melibatkan media serta pemangku kepentingan guna memperkuat literasi ekonomi syariah secara lebih luas.

Di sisi lain, penguatan sektor halal menjadi perhatian utama seiring meningkatnya tren gaya hidup halal yang kian inklusif dan universal.

Konsep halalan thayyiban yang diusung menekankan bahwa produk tidak hanya memenuhi aspek kehalalan, tetapi juga berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari sisi digital, BI turut mendorong integrasi sistem pembayaran dengan ekosistem keuangan syariah berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan, sekaligus mempercepat inklusi keuangan di Maluku.

Ke depan, BI menilai ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru, terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.(ST01)