Ambon, -Suaratimurnews.com Anak-anak sebagai generasi penerus gereja dan bangsa kini dihadapkan pada berbagai tantangan seiring perkembangan zaman yang semakin kompleks. Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun sosial, menjadi perhatian serius yang membutuhkan respons bersama, termasuk dari lembaga keagamaan.
Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan “Baku Dapa” pelayan anak Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) se-Maluku sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di The Natsepa Hotel, Selasa (17/3/2026).
Ketua Panitia Baku Dapa Pelayan Anak Maluku, Margonda Pakpahan, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada upaya membentuk anak-anak yang cerdas, berkarakter, serta memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat, termasuk rasa takut akan Tuhan.
“Pembinaan sejak usia dini sangat penting untuk membangun fondasi jati diri anak. Gereja memiliki peran besar dalam menanamkan nilai iman yang tidak hanya membentuk kehidupan spiritual, tetapi juga mempengaruhi sikap sosial anak dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran pelayan anak dan guru sekolah minggu menjadi krusial dalam proses tersebut. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan materi ajar, tetapi juga membimbing serta menanamkan nilai moral dan spiritual kepada anak-anak.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pembekalan berupa bimbingan teknis dan materi yang berfokus pada pembentukan karakter, pengenalan jati diri, serta penguatan iman.
Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayan anak dalam mendampingi pertumbuhan anak secara menyeluruh.
Kegiatan “Baku Dapa” ini melibatkan perwakilan pelayan anak dari berbagai wilayah pelayanan gereja di Maluku yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan mencakup 12 wilayah pelayanan.
Para penyelenggara berharap, usai kegiatan ini para pelayan anak dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru.
Mereka diharapkan mampu menggerakkan anak-anak untuk bertumbuh secara positif serta berkontribusi dalam keluarga, masyarakat, dan gereja sesuai nilai-nilai yang diajarkan.(ST01)
