Prof. Wilma Akihary Dikukuhkan sebagai Guru Besar Unpatti, Soroti Linguistik dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Jerman

oleh -43 Dilihat

Ambon -Suaratimurnews.com Universitas Pattimura (Unpatti) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum. sebagai Guru Besar dalam Bidang Kepakaran Pendidikan Bahasa–Linguistik. Pengukuhan dilakukan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti, Selasa (11/2/2026).

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan universitas, anggota senat akademik, pejabat daerah, sivitas akademika, tokoh agama, serta keluarga dan kolega.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Linguistik, Multikulturalisme, dan Inovasi Pedagogik dalam Pembelajaran Bahasa Jerman: Membangun Kompetensi Kognitif, Berpikir Kritis, dan Kreatif”, Prof. Wilma menekankan pentingnya pembelajaran bahasa yang adaptif terhadap tantangan Pendidikan 4.0 dan dinamika masyarakat global yang multikultural.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Jerman tidak cukup berfokus pada penguasaan struktur bahasa semata. Ia menilai perlu integrasi antara kajian linguistik, kesadaran budaya, dan inovasi pedagogik berbasis teknologi digital.

“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga penanda identitas dan wahana pewarisan nilai budaya. Pembelajaran bahasa asing justru harus memperkuat kesadaran akan bahasa ibu dan kearifan lokal,” ujar Prof. Wilma dalam pidatonya.

Ia menjelaskan, kajian linguistik baik mikro maupun makro memiliki peran strategis dalam membangun kompetensi komunikatif mahasiswa, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Pendekatan linguistik kontrastif antara bahasa Indonesia dan bahasa Jerman, kata dia, efektif meningkatkan language awareness peserta didik.

Selain itu, Prof. Wilma menyoroti pentingnya pendidikan multikultural dalam pembelajaran bahasa. Ia menyebut kelas bahasa sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“Pendidikan multikultural terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, partisipasi aktif, serta membangun rasa kebersamaan yang kuat,” katanya, merujuk hasil penelitian di lingkungan FKIP Unpatti.

Dalam bidang inovasi pedagogik, Prof. Wilma memaparkan sejumlah model pembelajaran berbasis digital yang telah dikembangkannya. Di antaranya Quantum Learning berbantuan media digital, Model ISLANDS, Discovery Learning berbantuan YouTube, serta model kolaboratif Schneeball–Wirbelgruppe.

Model-model tersebut, menurutnya, terbukti meningkatkan hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta motivasi belajar mahasiswa dan siswa.

Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap kepakaran Prof. Wilma dapat terus berkontribusi bagi pengembangan pendidikan bahasa, khususnya di wilayah kepulauan Maluku.

Pengukuhan ini menambah deretan Guru Besar Unpatti sekaligus menjadi momentum penguatan riset dan inovasi pembelajaran berbasis multikulturalisme dan kearifan lokal.(*)