Ambon –Suaratimurnews.com Pemerintah Provinsi Maluku memperoleh alokasi berbagai program dan bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung target swasembada pangan nasional.selasa (7/1/2026)
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai dukungan tersebut sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian mengalokasikan program cetak sawah seluas 4.466 hektare yang tersebar di Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, dan Seram Bagian Barat.
Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan program optimasi lahan melalui kegiatan Survei Investigasi dan Desain seluas 5.600 hektare serta konstruksi optimasi lahan seluas 3.926 hektare di empat sentra produksi padi sawah, termasuk Kabupaten Buru.
Menurut Lewerissa, bantuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong kemandirian pangan di daerah yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
“Bantuan ini sangat penting bagi Maluku untuk memperkuat basis produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Selain perluasan dan optimalisasi lahan, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan pembangunan infrastruktur pendukung berupa irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jalan usaha tani, serta pemeliharaan dan pengembangan jaringan irigasi tersier.
Pemerintah juga membangun dam parit dan bangunan konservasi air sebagai langkah antisipasi terhadap dampak anomali iklim.
Gubernur Maluku meminta pemerintah kabupaten dan kota penerima bantuan menyiapkan lahan serta petani yang memenuhi persyaratan teknis agar seluruh program dapat berjalan sesuai rencana.
Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda mengatakan sebagian besar bantuan disalurkan langsung kepada petani melalui mekanisme swakelola.
Skema ini, menurut dia, diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemanfaatan bantuan sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan strategis di Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku, kata Ilham, akan melakukan pendampingan dan pengawasan agar seluruh program berjalan sesuai ketentuan serta memberikan dampak nyata bagi petani dan masyarakat.(*)
