QRIS Jadi Opsi Alternatif Pembayaran bagi Wisatawan Muda di Pantai Jikumarasa

oleh -121 Dilihat

Buru,-Suaratimurnews.com – Sistem pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi opsi alternatif bagi wisatawan, khususnya wisatawan muda, dalam bertransaksi di kawasan wisata Pantai Jikumarasa, Kabupaten Buru, Maluku.

Di tengah tren wisata yang semakin mengedepankan kepraktisan serta minim penggunaan uang tunai, kehadiran QRIS dinilai mampu memberikan kemudahan bagi pengunjung sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal di kawasan wisata.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jikumarasa, Faizah, mengatakan penerapan QRIS di Pantai Jikumarasa mulai mendapat respons positif, terutama dari wisatawan yang terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari.

“QRIS menjadi alternatif pembayaran yang cukup membantu wisatawan, terutama wisatawan muda. Mereka tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar saat berwisata,” ujar Faizah kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Sejumlah warung dan pelaku usaha kecil di kawasan wisata Pantai Jikumarasa sudah mulai menerima pembayaran menggunakan QRIS, meski penerapannya belum merata di seluruh pelaku usaha. Beberapa pedagang memanfaatkan QRIS untuk transaksi penjualan makanan, minuman, hingga cenderamata yang banyak diminati wisatawan.

Menurut Faizah, kondisi ini menjadi langkah awal yang menunjukkan kesiapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang terus berkembang di sektor pariwisata.

Keberadaan QRIS juga dinilai mampu menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi wisatawan, khususnya terkait keterbatasan akses uang tunai.

Selama ini, wisatawan kerap harus keluar dari kawasan wisata untuk mencari mesin ATM atau menarik uang tunai, kemudian kembali lagi untuk bertransaksi.

“Dengan QRIS, wisatawan bisa langsung melakukan pembayaran menggunakan ponsel. Ini membuat aktivitas wisata lebih efisien dan nyaman, karena mereka tidak perlu meninggalkan kawasan pantai hanya untuk mencari uang tunai,” kata Faizah.

Untuk mendorong pengembangan transaksi non tunai ke depan, Faizah menekankan pentingnya peningkatan kualitas jaringan internet di kawasan wisata Pantai Jikumarasa.

Menurut dia, dukungan jaringan yang stabil akan sangat menentukan kelancaran transaksi digital, termasuk penggunaan QRIS oleh pelaku usaha dan wisatawan.

Ia berharap, penguatan infrastruktur digital dapat berjalan seiring dengan upaya digitalisasi ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata desa.

Sejalan dengan itu, BUMDes Jikumarasa juga berharap kepada Bank Indonesia adanya sosialisasi lanjutan serta pendampingan bagi pelaku usaha lokal. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas pemanfaatan QRIS sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengadopsi sistem pembayaran non tunai.

Dengan dukungan infrastruktur, pendampingan, dan peningkatan literasi digital, penerapan QRIS di Pantai Jikumarasa diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.(ST01)