Ambon,- Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta Anggota DPD RI, Novita Anakotta, yang telah memfasilitasi pertemuan para bupati dan wali kota se-Maluku dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani.
Pertemuan yang berlangsung di lantai II Kantor Gubernur Maluku, Selasa (9/12/2025), tersebut membahas dampak kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas fiskal pemerintah daerah.
Wattimena menjelaskan, kebijakan pemotongan TKD berpotensi menghambat penyelenggaraan layanan dasar bagi masyarakat. Sejumlah program prioritas, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, disebut dapat terdampak apabila tidak ada peninjauan ulang dari pemerintah pusat.
“Oleh sebab itu, forum diskusi ini sangat penting agar pemerintah daerah dapat menyampaikan langsung kondisi objektif yang dihadapi di Maluku,” ujar Wattimena.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh kepala daerah telah memaparkan karakteristik kewilayahan Maluku yang berciri kepulauan, dengan tantangan geografis yang membuat biaya layanan publik jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam penyesuaian kebijakan fiskal nasional.
Wattimena berharap masukan dari pemerintah daerah dapat menjadi pertimbangan Menteri Keuangan RI dalam mengevaluasi kebijakan pemotongan TKD. Ia menilai perlunya relaksasi agar kebijakan tersebut tidak menambah beban daerah.
“Kami ingin ada perubahan atau relaksasi terhadap kebijakan dimaksud. Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah daerah, tetapi untuk masyarakat Maluku secara keseluruhan.
Ia juga mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan legislator pusat asal Maluku. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam memperjuangkan kepentingan fiskal daerah di tingkat nasional.(*)
