Saadiah Uluputty Minta Gubernur, Kolaborasi Bangun Maluku Dalam Bingkai Orang Basudara

oleh -433 Dilihat

Ambon, Suaratimurnews. com Anggota DPR RI fraksi PKS dapii Maluku Saadiah Uluputty minta Gubernur Maluku dan wakil gubernur Kolaborasiu ntuk membangun Maluku dalam paradigma bingkai orang Basudara.

Kita memberikan selamat kepada gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang didampingi Wakil gubernur Abdullah Vanath yang hari ini telah menyampaikan pidato perdana di DPRD provinsi sebagimana disampaikan tentang sapta cipta dan punya 7 program besar yang menjadi janji politik

Hal ini akan menjadi visi misi untuk memajukan Maluku dan membutuhkan kerja sama, sinergis, kolaborasi bagi penciptaan transformasi pembangunan untuk masyarakat. Ujar Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, ST kepada wartawan digedung DPRD Maluku usai menghadiri pidato perdana Gubernur Maluku Rabu (5/3/2025)

Menurutnya begitu besar potensi yang ada di Maluku, dengan sumber daya alam baik di laut, tambang, perkebunan. Yang tadi disinggung kekayaan bagi Maluku sekaligus tantangan agar kekayaan ini bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Apalagi kita lihat Maluku kaya dalam kemiskinan, alamnya begitu potensial kaya tetapi kemudian tidak bisa di Hlirisasikan .

Dia mengatakan sebagaimana d sini i ada Sapta Ctia di pusat ada asta cita ke lima. kemarin Raker bersama menteri KKP Saya juga singgung bahwa Hirilisasi dan industrialisasi potensi sumber daya alam kita ini harus bisa dikembangkan dan bisa dimanfaatkan di manfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dan juga untuk daerah penghasil.

Tak hanya itu regulasinya sudah harus dibenahi agar, regulasi prodak perundang-undangan ataupun regulasi lainnya harus juga berdampak dan berpihak kepada daerah-daerah penghasil.

Mesti begitu Kalau ada program srategi nasional yang masuk dalam PSN Presiden Prabowo Subianto salah satunya pengembangan Ambon News port, mudah mudahan bisa di integrasikan dengan hilirisasi di maksud.

Sebetulnya harus ada kohesi sosial yang menjadi modal dasar kita di Maluku, ada kultural yang kaya terapi kekayaan kultur kita bisa dijadikan sebagai kekayaan yang potensial.

Dengan kultur yang ada justru kembali berpikir ke masa lalu, maka para dikma baru Maluku ini punya multi kultural, beragam, tetapi kita punya satu tujuan yang sama yaitu Maluku maju dan sejahtera.

Oleh karena itu tujuan ini harus dilihat sebagai Maluku ini milik kita bersama, orang asli, pendatang, semua yang ada di Maluku ini harus memiliki Maluku. Mereka bukan objek tetapi subjek.

Dengan potensi sumber daya alam ini akan sangat berarti jika dikelola oleh sumber daya manusianya, sehingga indikator dan variabel dasar untuk pembangunan. Kita punya pendidikan, kesehatan yang masih rendah ini yang menjadi salah satu kendala sebenarnya dan harus dicari solusinya.

Selain itu dengan persoalan dari pusat yang melakukan efesiensi dan Maluku akan sangat terdampak, terapi ketika kita sudah merasa mencintai Maluku dengan para dikma yang baru berat dan ringan dipikul bersama dan harus buka hati untuk semua untuk Maluku pung bae.

Ditambahkan sebagai pemimpin harus gandeng kawan atau lawan semua harus di gandeng. Kita kemarin boleh lawan nanti lima tahun ke depannya kita lawan lagi dalam politik itu biasa. “Ungkapnya.(ST01)