Ambon –Suaratimurnews.com Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memutuskan untuk membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp 5 Miliar yang sebelumnya telah di alokasikan dalam anggaran tahun 2025.Sebagai gantinya dana tersebut akan di alihkan untuk penanganan masalah sampah yang menjadi program prioritas kedua Wali kota dan Wakili Wali kota Ambon 2025-2030.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemkot dan DPRD Kota Ambon yang telah berupaya mengalokasikan sejumlah anggaran untuk hal tersebut,” respon Wali Kota Ambon terpilih Bodewin Wattimena kepada sejumlah awak media, Senin (20/1/2025
Wali Kota Ambon, terpilih Bodewin Wattimena, menyatakan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki seluruh Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di kota Ambon. Langkah ini mencakup pembongkaran TPS lama dan pembangunan TPS baru yang lebih bersih dan higienis.
Selain itu, Pemkot Ambon juga berencana menambah 10 unit armada angkutan sampah pada tahun 2025. Pemerintah Provinsi Maluku akan memberikan dukungan tambahan berupa lima unit truk sampah, sehingga total armada baru yang akan dimiliki mencapai 15 unit.
Saat ini, armada sampah yang dimiliki Pemkot Ambon terdiri dari 24 unit truk sampah, delapan truk amrol, tiga mobil, dan 30 armada roda tiga yang beroperasi setiap hari untuk melayani lima kecamatan di kota Ambon. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di kota tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemkot dan DPRD Kota Ambon yang telah berupaya mengalokasikan sejumlah anggaran untuk hal tersebut,” respon Wali Kota Ambon terpilih Bodewin Wattimena kepada sejumlah awak media, Senin (20/1/2025).
Kendati demikian, dirinya tetap memastikan akan menggunakan kendaraan yang lama.
“Menyikapi kondisi keuangan Pemkot Ambon terutama soal tidak tercapainya PAD yang berdampak pada adanya hutang baik terhadap pihak ketiga, TPP maupun ADD maka kami memutuskan untuk tetap menggunakan kendaraan lama dan pengadaan kendaraan dinas dimaksud ditunda sampai 2026,” imbuhnya.
Bodewin pun memastikan akan berupaya menata keuangan Pemkot sehingga tidak lagi terjadi hutang bagi ASN maupun yang lainnya di masa kepimpinan dirinya ke depan.
“Saya rasa ini langkah penting yang harus diambil dalam rangka mengupayakan situasi yang kondusif bagi seluruh ASN dan seluruh pihak dalam menyikapi proses penyelenggaraan pemerintahan di Kota Ambon,” tegasnya.
Apa lagi saat ini, dirinya bersama Wawali akan fokus melaksanakan 17 program prioritas pasangan BETA Par Ambon demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Ambon ini ke depan.(*)
