Fandi Ashari Wael di Kukuhkan Sebagai Jou Petuanan Kaiely

oleh -544 Dilihat

Namlea –Suaratimurnews.com Raja Kaiely yang baru, dapat berlaku sebagai orang tua, untuk memberi ketentraman, dan hidup lebih baik bagi warganya. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Buru Dr. Djalaludin Salampessy, M.Si., ketika menghadiri penunjukan Fandi Ashari Wael, S.STP., sebagai Jou (Raja) Petuanan Kaiely di Gedung Pertemuan Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongbula, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu Kemarin, 18 Maret 2023.

Menurut Bupati Buru, dengan ditunjuknya raja baru tersebut. Diharapkan, tak ada lagi istilah dia Utara, Timur, Selatan, Barat. Semua kalangan yang ada di Petuanan Kaiely, harus diterima kehadirannya. Untuk itu, saya minta kepada raja baru, agar semaksimal mungkin berusaha mengelola berbagai potensi yang ada di Petuanan Kaiely, demi kesejahteraan warganya. “Jangan ragu dengan titah raja,” kata Bupati Buru.

Dengan demikian, untuk mengelola dataran yang lebih luas, yang memiliki berbagai potensi yang ada, akan selalu dikoordinasikan dengan sebagai pemerintah, akan selalu berkoordinasi dengan Raja Kaiely, untuk membahas berbagai potensi yang ada. Untuk itu, bupati mengajak semua pihak utamanya Raja Kaiely, agar bersama-sama membangun Negeri Bupolo.

Masih banyak masyarakat adat yang belum tersentuh. Harus utamakan pendidikan anak-anak agar mereka cerdas. Dan tak boleh ada stunting di Kaiely.
Sedangkan Jou Kaiely Fandi Ashari Wael, S.STP., mengatakan, penunjukan Raja Kaiely, saat ini, tidak lagi dilakukan pelantikan karena hanya meneruskan posisi raja berdasarkan genetik benang merah raja.

“Saya sebagai anak tertua, hanya meneruskan posisi ayah saya yang mangkat sebagai Raja Kaiely,” kata Raja Kaiely Fandi Ashari Wael, S.STP., yang sesekali berbicara dalam Bahasa Kaiely.

Turut memberikan sambutan, salah seorang perwakilan keluarga raja, yang berbicara dalam Bahasa Kaiely, Kepala Soa Dataran Rendah dan Tinggi. Sebelum acara dimulai, Jou Kaiely Fohut (Raja Kaiely baru), diantar tetua adat memasuki gedung pertemuan. Sebelum raja diantar para tetua adat, Bupati Buru dan rombongan disambut dengan tarian perang.(AK).