Ambon-Suaratimurnews.com PJ Walikota Ambon Bodewin Wattimena membuka Festival Budaya tahun 2022 yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX bertempat di Aula kantor BPK Wailela Ambon Selasa (22/11/2022).
Festival kali ini diikemas dalam konsep bertema”Ambon Kota Musik Dunia untuk Pemajuan Kebudayaan Daerah Maluku” ada 16 sanggar seni sekolah dan komunitas budaya yang tampil dalam Festival budaya ini.
Dalam sambutannya Pejabat Walikota Ambon Bodewin Watimena menyampaikan, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX yang telah berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan festival budaya.
Dia mengaku kota Ambon telah ditetapkan sebagai kota keratif dunia berbasis musik, penetapanya pada tanggal 30 oktober 2019 silam. Pengakuan Ambon sebagai kota musik , merupakan hasil dari sebuah perjuangan panjang yang dilakukan oleh pemerintah Kota dan seluruh lapisan masyarakat yang berlangsung sejak tahun 2012.
“Hal ini membutuhkan waktu sekitar 7 tahun untuk ambon diakui sebagai kota kreatif berbasis musik oleh Unesco. Setelah pengakuan itu ada tanggungjawab bersama untuk menunjukan bahwa kota ini layak menjadi kota musik dunia.
Oleh karena itu perjuangan yang dilakukan untuk memenuhi syarat dari Unesco itu , mesti menjadi bagian dari upaya kita untuk terus mengembangkan potensi kota ini. Untuk itu membutuhkan kerjasama semua elemen dengan pemerintah kota Ambon, berupaya mengembangkan kreatifitas orang ambon sehingga dapat mempertahankan status sebagai kota musik dunia.
Dalam konteks budaya musik tradisional memberikan nuansa baru dalam proses perdamaian di Maluku. Melalui pendekatan budaya itulah musik tradisional telah mempersatukan budaya orang kita di kota Ambon.
Keterwakilan musik tradisional yang bernuansa religius dipadukan dengan nada dan irama telah memberikan semangat kota ini sebagai laboratorium perdamaian di Indonesia. Musik menjadi bahasa yang universal untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada dari masyarakat.
Lewat musik itulah kota ambon dapat dikenal hingga ke dunia internasional , sehingga identitas diri orang maluku/ambon menjadi aset yang berharga untuk kebudayaan.
Proses pengembangan musik dan kesenian tradisional dikota amnon berkenan dengan adanya program dukungan ambon sebagai kota musik dunia dan memberikan nilai tambah dalam memotivasi masyarakat dalam partisipasi pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan di kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi yang tinggi dalam pelaksanaan pestival Budaya yang merupakan hasil kerjasama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku dengan setholder kebudayaan dikota ambon, terutama sanggal budaya dan komunitas budaya.
Untuk itu Wattimena mengharapkan dukungan semua pihak terhadap kegiatan Festival Budaya dalam memberikan ruang dalam ekspresi musik dan kesenian tradisional kota Ambon.
Sementara itu Plt Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku Stenli R Loupatty, S.Pd dalam laporannya mengatakan perubahan momen klatur dari BPNP ke Balai Pelestarian Kebudayaan (PBK) berdasarkan permendikbud 33 tahun 2022 tentang OTK BPK.
Perubahan momen klatur berdampak perubahan subtansi kerja dan wilayah kerja pada BPNB Maluku hanya menangani nilai budaya (10 objek pemajuan kebudayaan) sesuai UU no 5 tahun 1017 tentang pemajuan kebudayaan dengan wilayah kerja Provinsi Maluku dan Maluku Utara setelah menjadi BPK harus menangani nilai budaya dan cagar budaya dengan mengacu pada UU no 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan wilayah kerja provinsi Maluku.
Menurut dia kegiatan Festival Budaya dengan tema” Ambon Kota Musik Dunia untuk Pemajuan Kebudayaan daerah Maluku ” memberikan makna yang mendalam bahwa DNA arang Ambon yang dekat dengan musik. Perjalanan sejarah dalam ruang waktu telah mempertemukan musik-musik luar untuk tumbuh dan berkembang di Ambon menjadikan Ambon sebagai pusat etalase musik dunia dengan kandungan musik tradisional sebagai penanda identitas.”ujarnya.
Balai Pelestarian Kebudayaan terus berkolaborasi dengan AMO dan Pemkot Ambon dengan memfasilitasi beberapa kegiatan yang digagas oleh AMO. Kegiatan pembinaan juga dilakukan berupa pemberian dana bantuan kepada sebagian sanggar-sanggar seni dan komunitas budaya di kota Ambon yang bersumber dari dana Dipa BPK maupun dipa Direktorat Jenderal Kebudayaan yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan.
Selain itu kerinduan Balai Pelestarian Kebudayaan telah lama diskusikan bersama AMO dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Ambon, untuk menjadikan Tahuri sebagai warisan budaya dunia.citus Benteng Victoria yang menjadi cikal bakal sejarah kota Ambon dapat dijadikan brend untuk destinasi parawisata.”ungkapnya.(ST01)
