Ambon,-Suaratimurnewscom Sudah satu bulan lamanya ,rehabilitasi pembangunan gedung sekolah SD dan SMP Pulau Kelang Desa persiapan Tiang Benderah Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten SBB terhenti.
Pasalnya, dilokasi proyek yang menghabiskan anggaran miliaran tersebut, tidak satupun terlihat pekerja.
Padahal, proyek yang mengunakan anggaran dari Kementrian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku tahun anggaran 2022 , sebesar Rp 24.532.384.809. dengan 14 unit sekolah yang tersebar di Kabupaten SBB itu akan berakhir Juli 2022 ini, namun tampak proges pekerjaan diperkirakan baru mencapai 75 persen.
Masyarakat Kelang Nohrim menjelaskan sudah sebulan ini, pembangunan kedua gedung sekolah , terhenti dan terkesan terbengkalai.
Lanjut dia pembangunan sempat terhenti ,sehingga hal ini menimbulkan keresahan masyarakat karena sekolah yang di bongkar di tinggalkan begitu saja tanpa ada kejelasan kapan akan dilaksanakan pembangunan.
Kami minta perhatian pemerintah dalam hal ini Pemda SBB, provinsi Maluku maupun Balai PPW Maluku sehingga pembangunan gedung sekolah ini dapat di laksanakan”pintanya.
Menanggapi hal itu PPK Sarana Strategis Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku, Iwan menyampaikan rehabilitasi pembangunan gedung SD dan SMP yang sempat terhenti akan kembali dilanjutkan Minggu depan setelah pembayaran tukang diselesaikan.
Menurut Dia rehabilitasi pembangunan sekolah SD dan SMP di pulau Kelang tersebut bisa kembali dilanjutkan setelah adanya kesepakatan antara Kontraktor, Mandor dan para pekerja dalam pertemuan yang berlangsung rabu kamarin. Ujar PPK Sarana Strategi Iwan kepada wartawan diruang kerjanya Kamis 16/6/2022
Dia menambahkan kami telah mediasi untuk membicarakan masalah ini dengan rekanan untuk sebaiknya mencari pinjaman, sambil kita memproses pencairan tahap selanjutnya. Sesuai hasil pengawasan dilapangan saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 75 persen.”ungkapnya.(ST01)
