SBT,-Suaratimurnews.com -Sekitar ratusan rumah di negeri Hote , Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur provinsi Maluku sering dihantam ombak terutama saat air laut pasang naik ditambah lagi kondisinya tidak memiliki talud penaham ombak sehingga terjadi abrasi.
“Sekarang ini ada 200 rumah di negeri Hote terancam rusak akibat abrasi pantai, ini disebabkan karena tidak ada talud penahan air laut kepemukiman masyarakat,” kata toko masyarakat adat negeri Hote M Yusuf Paitaha, melalui whatsapp kepada media ini Selasa (22/2/2022)
Dia mengaku tempat tinggal mereka setiap tahunnya memang terdampak abrasi. Sayangnya, hingga kini belum ada upaya pemerintah menyelamatkan rumah-rumah warga di sana.
Masyarakat negeri Hote kerap khawatir manakala pasang air laut datang. Gelombang besar sewaktu-waktu mengancam rumah mereka.”ujarnya.
Mantan anggota DPRD SBT ini mengatakan sudah melaporkan masalah abrasi ini sejak lama. Namun diakuinya, laporan tersebut belum kunjung direspons. Warga negeri Hote berharap pemerintah segera membangun talud penahan ombak
Sejauh ini, abrasi air laut telah mengikis permukiman warga.Bila abrasi terus berlanjut, maka pemukiman warga negeri Hote bukan tidak mungkin bakal habis”ucapnya..
“Perlu perhatian pemerintah baik itu Kabupaten SBT, Provinsi Maluku maupun pempus melalui BWS Maluku membangun pemecah ombak,” tandasnya.(ST01)
